Tentang Kami
Gelombang Baru Segera Datang! PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Freddy Rasdianta   
Minggu, 13 May 2012 06:27

Mulai 14 – 18 Mei 2012, di Jakarta, Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk kegiatan WORLD PRAYER ASSEMBLY, (WPA). Pertemuan ini diharapkan agar bisa menjadi pertemuan dari para pemimpin doa dan pemimpin marketplace yang terbesar setelah World Prayer Assembly pertama yang diadakan di Seoul, Korea tahun 1984.

Pertemuan doa yang pertama telah melepaskan sebuah momentum doa yang besar melintasi seluruh dunia pada tahun 1984, yang membawa pada pertumbuhan misi secara global, terbukanya pintu-pintu bagi injil ke segala bangsa sampai sekarang, dan sebuah kesadaran yang besar pada hal peperangan rohani.

Tema dari WPA kali ini adalah “A New Wave” (gelombang baru). Sebuah pertanyaan yang mungkin bisa saja muncul dalam pikiran adalah mengapa gelombang yang baru? Tema “A New Wave” sangat tepat untuk dipilih karena ini menggambarkan akan apa yang kita rasakan bahwa Tuhan akan melepaskan gerakan doa global, dan pasti-nya, gereja tersebut. Gelombang itu disebabkan oleh tiupan angin. Musim dan angin akan menentukan intensitas dari gelombang tersebut. Gelombang biasanya sangat menyenangkan bagi para peselancar yang mengambil keuntungan dari gelombang tersebut untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berselancar. Di dalam pembahasan kita selanjutnya, kita harus mempertimbangkan-nya secara terperinci bagaimana mengaplikasikan tema WPA dan persiapan apa sajakah yang harus kita lakukan untuk gerakan doa yang akan naik pada gelombang baru yang akan melanda gereja. Untuk saat ini, sangat perlu disebutkan bahwa pertemuan ini dharapkan tidak akan menjadi seperti pertemuan rutin umat Kristiani seperti yang biasa kita lakukan.

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 13 May 2012 07:06
 
Tuhan Tidak Butuh Superman PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Freddy Rasdianta   
Sabtu, 12 May 2012 21:08

Mulai dari pada mulanya, Tuhan tidak membuat manusia dari emas dan permata yang berharga. Tuhan memakai debu tanah yang tidak berharga untuk menjadikan manusia yang sangat berharga. Abraham adalah seorang penakut, tetapi Tuhan Allah menjadikannya bapa orang percaya. Yakub seorang penipu, tetapi Tuhan Allah menjadikannya seorang yang menjadi berkat. Musa adalah seorang buronan yang melarikan diri, tetapi Tuhan Allah menjadikannya nabi besar. Daud adalah seorang penggembala domba yang miskin, tetapi Tuhan Allah menjadikannya raja yang penuh kemenangan. Petrus seorang yang mudah berubah dan asal bunyi, tetapi Tuhan Allah menjadikannya pemimpin umat. Paulus seorang perfeksionis yang kejam, tetapi Tuhan Allah menjadikannya penginjil yang penuh kasih. Semua orang di atas adalah orang biasa yang penuh dengan kekurangan, sama seperti kita. Bedanya adalah mereka mendengar, mereka percaya, dan mereka melakukannya. Alkitab adalah sebuah pengharapan bagi orang-orang yang kecil dan tidak berarti. Tuhan Allah yang dikenal dalam nama Yesus Kristus sanggup mengubah orang kecil menjadi orang besar. Kuncinya adalah mendengar, percaya, dan lakukan di dalam iman, pengharapan dan kasih. Mendengar dengan iman, percaya akan pengharapan, dan lakukan dengan kasih.

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 12 May 2012 21:40
 
Kuasa Kebangkitan Yesus PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Freddy Rasdianta   
Sabtu, 28 April 2012 23:15

 

Nats: Yohanes 11:25

Paskah merupakan peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan Kristen. Memang tanpa Natal tidak mungkin ada kekristenan di muka bumi ini sebab Yesus tidak lahir. Demikian pula halnya dengan Kristus yang tidak naik ke Surga, maka tentu tidak akan ada Hari Pentakosta yang akhirnya melahirkan gereja mula-mula. Bahkan juga tidak akan ada Petrus yang berkhotbah dan membuat 3000 orang bertobat. Semua kejadian-kejadian tersebut adalah penting, namun di antara semuanya itu Kebangkitan Kristus merupakan momen yang terpenting sebab menjadikan Kekristenan berbeda dari semua agama lain yang ada di muka bumi ini. 

Semua nabi di dunia lahir, hidup dan mati. Hanya Yesuslah yang bangkit dan menyatakan diri-Nya bahwa Ia bukanlah manusia biasa melainkan Allah sendiri. Kebangkitan Yesus merupakan klimaks dari pengajaran kekristenan. Karena itu seharusnya setiap orang Kristen akan lebih mengutamakan Kebangkitan Kristus (Paskah) daripada Kelahiran Yesus (Natal). Namun yang kita jumpai saat ini justru berbalik, banyak dari umat Tuhan justru lebih merayakan Natal daripada Paskah. Cobalah kita perhatikan bagaimana persiapan banyak orang dalam Natal? Panitia dibentuk, Gereja penuh dekorasi, Paduan Suara berlatih berbulan-bulan lamanya, ada acara meriah dengan drama, bahkan tidak ketinggalan mengundang artis terkenal dari ibukota, apalagi bagian konsumsi yang mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah. Ada banyak gereja mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk sebuah acara Natal, bahkan ada yang hingga mengeluarkan dana sebesar Rp. 150.000.000,- untuk momen beberapa jam saja. Nah sekarang bagaimana dengan Paskah?

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 29 April 2012 08:14
 
Persekutuan Yang Benar PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Freddy Rasdianta   
Minggu, 18 Maret 2012 16:10

 Nats: KPR 20:7-12

Persekutuan berbicara mengenai sekumpulan orang yang berkumpul untuk merumuskan atau merindukan suatu tujuan yang sama. Dalam hal ini Allah ingin agar kita bersekutu di dalam Dia.

Dalam nats ini kita melihat antusias yang begitu luar biasa dari jemaat mula-mula dalam merindukan perhimpunan di dalam Dia. Pribadi Paulus yang meskipun hendak berangkat ke kota lain keesokan harinya, namun tetap semangat memberitakan firman (bersekutu) bahkan hingga pagi hari. Ataupun jemaat yang menggunakan kesempatan tersebut untuk berkumpul meskipun ada yang terkantuk dan terjatuh. Mereka tidak terlalu peduli apa yang akan terjadi dan juga bisnis yang harus dijalani keesokan harinya. Bagi mereka ini adalah kesempatan untuk berkumpul dan menerima berkat kemuliaan-Nya yang tidak boleh dilewatkan sedikitpun juga.

Rasa lapar dan haus untuk berkumpul dan menerima hadirat-Nya memang telah terbentuk semenjak Tuhan Yesus bersama dengan murid-murid-Nya, namun itu semua tidaklah surut setelah Tuhan Yesus naik ke Surga. Mereka justru semakin bergairah untuk bersekutu saat Roh Kudus dicurahkan di atas setiap murid-Nya pada KPR 2. Firman-Nya menyatakan bahwa “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan (KPR 2:42). Ada rasa lapar dan kehausan akan Allah yang begitu kuat berbicara dalam setiap orang yang tidak dapat dipuaskan oleh apapun juga selain oleh Allah sendiri. Suatu kondisi rohani yang selalu terjaga dan tidak pernah tertidur untuk menantikan curahan Roh Kudus-Nya.

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 19 Maret 2012 05:49
 
Spritual Versus Keadilan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Andereas Dermawan   
Sabtu, 28 Januari 2012 09:54

Artikel kali ini mengangkat judul yang sangat penting untuk diketahui semua orang khususnya bagi orang-orang kristen yang mengaku dirinya sebagai Pengikut Kristus. Pada topik di atas ada 2 kata yakni kata “SPRITUALITAS“ dan kata “KEADILAN”. Apakah makna dari masing masing kata-kata itu?

Kebanyakan orang Kristen sangat akrab dan sering mendengar kedua kata ini baik melalui bacaan buku-buku rohani maupun melalui khobah yang disampaikan oleh para pengkhobah di gereja mereka. Namun sayangnya tidak banyak yang memahami arti dari kedua kata tersebut. Dalam terjemahan bahasa Indonesia kata spritualitas diterjemahkan sebagai “ KEROHANIAN”. Berbicara masalah kerohanian orang tidak lepas dari konteks agama, apapun agamanya, karena bahasan utamanya adalah KEROHANIAN. Orang-orang yang terlibat dalam kegiatan keagamaan adalah orang-orang yang terlibat sebagai pelaku spritualitas. Sebagai wadah untuk menjalankan kegiatan/ritual keagamaan maka manusia mendirikan lembaga keagamaan. Dan mulailah terbentuk hirarki, ada pemimpin agama dan ada jemaat/pengikut dari lembaga keagamaan itu. Hirarki keagamaan ini mulai terbentuk setelah Musa diangkat sebagai pemimpin umat Israel dan sampai zaman penggenapan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang menutup hirarki keagamaan itu. Namun pada realitasnya hirarki keagamaan sama sekali belum dilepas dari zaman Tuhan Yesus bahkan sampai pada zaman sekarang ini. Tradisi ritual keagamaan yang lama tetap dilestarikan sampai saat ini. Padahal kedatangan Tuhan Yesus menutup tradisi keagamaan yang lama pada suatu cara hidup baru yang diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri. Orang-orang yang memimpin kegiatan spiritual disebut sebagai pemimpin spiritual atau sederhanya disebut sebagai pemimpin agama atau disebut juga Imam dan Imam besar berdasar hirarkinya. Sebutan pemimpin agama pada agama Kristen yang biasa kita kenal adalah sebutan pastor, pendeta, romo, dsb. Yang masing-masing dinaungi oleh sinagoge pada istilah di zaman dulu dan di zaman sekarang adalah dengan sebutan sinode. Dan dari para imam-iman ini dipilih secara bergilir siapa yang menjadi pemimpin sinagoge/sinode dengan sebutan IMAM BESAR. Tradisi hirarki keagamaan dengan berbagai sebutannya dan cara ritualnya tetap masih berlangsung sampai saat ini. Mengapa tradisi ritual ini masih berlangsung? Baiklah untuk menjelaskannya marilah kita bahas satu persatu dari 2 kata di atas yakni kata “SPRITUALITAS” dan kata “KEADILAN“.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 31 Januari 2012 08:49
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Selanjutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 9

Login Form