Suara Kenabian Ministry
Spritual Versus Keadilan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Andereas Dermawan   
Sabtu, 28 Januari 2012 09:54

Artikel kali ini mengangkat judul yang sangat penting untuk diketahui semua orang khususnya bagi orang-orang kristen yang mengaku dirinya sebagai Pengikut Kristus. Pada topik di atas ada 2 kata yakni kata “SPRITUALITAS“ dan kata “KEADILAN”. Apakah makna dari masing masing kata-kata itu?

Kebanyakan orang Kristen sangat akrab dan sering mendengar kedua kata ini baik melalui bacaan buku-buku rohani maupun melalui khobah yang disampaikan oleh para pengkhobah di gereja mereka. Namun sayangnya tidak banyak yang memahami arti dari kedua kata tersebut. Dalam terjemahan bahasa Indonesia kata spritualitas diterjemahkan sebagai “ KEROHANIAN”. Berbicara masalah kerohanian orang tidak lepas dari konteks agama, apapun agamanya, karena bahasan utamanya adalah KEROHANIAN. Orang-orang yang terlibat dalam kegiatan keagamaan adalah orang-orang yang terlibat sebagai pelaku spritualitas. Sebagai wadah untuk menjalankan kegiatan/ritual keagamaan maka manusia mendirikan lembaga keagamaan. Dan mulailah terbentuk hirarki, ada pemimpin agama dan ada jemaat/pengikut dari lembaga keagamaan itu. Hirarki keagamaan ini mulai terbentuk setelah Musa diangkat sebagai pemimpin umat Israel dan sampai zaman penggenapan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang menutup hirarki keagamaan itu. Namun pada realitasnya hirarki keagamaan sama sekali belum dilepas dari zaman Tuhan Yesus bahkan sampai pada zaman sekarang ini. Tradisi ritual keagamaan yang lama tetap dilestarikan sampai saat ini. Padahal kedatangan Tuhan Yesus menutup tradisi keagamaan yang lama pada suatu cara hidup baru yang diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri. Orang-orang yang memimpin kegiatan spiritual disebut sebagai pemimpin spiritual atau sederhanya disebut sebagai pemimpin agama atau disebut juga Imam dan Imam besar berdasar hirarkinya. Sebutan pemimpin agama pada agama Kristen yang biasa kita kenal adalah sebutan pastor, pendeta, romo, dsb. Yang masing-masing dinaungi oleh sinagoge pada istilah di zaman dulu dan di zaman sekarang adalah dengan sebutan sinode. Dan dari para imam-iman ini dipilih secara bergilir siapa yang menjadi pemimpin sinagoge/sinode dengan sebutan IMAM BESAR. Tradisi hirarki keagamaan dengan berbagai sebutannya dan cara ritualnya tetap masih berlangsung sampai saat ini. Mengapa tradisi ritual ini masih berlangsung? Baiklah untuk menjelaskannya marilah kita bahas satu persatu dari 2 kata di atas yakni kata “SPRITUALITAS” dan kata “KEADILAN“.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 31 Januari 2012 08:49
 
Biarkanlah Anak Itu Datang… PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Freddy Rasdianta   
Jumat, 18 September 2009 00:00
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ. (Matius 19:13-15)

 

Dalam kisah ini kita melihat bahwa anak-anak menaruh perhatian yang khusus bagi Yesus. Dia menganggap anak-anak tidak ada bedanya dengan orang dewasa. Bahkan dalam bagian yang lain Dia mengatakan bahwa orang dewasa harus memiliki iman seperti anak kecil ini dan berkata bahwa anak-anak kecil inilah yang empunya kerajaan surga. Ia pun akhirnya menopangkan tangan kepada anak kecil itu untuk mengurapi mereka semua. Pertanyaannya adalah kenapa sih anak kecil itu begitu berarti bagi Yesus?
Ada beberapa keunikan dari seorang anak kecil yang menarik hati Yesus, yaitu;
1. Sangat terbuka
2. Polos
3. Sangat bergantung dengan orang tuanya
4. Penuh gairah
5. Tidak suka mendendam
6. Punya kerinduan yang besar untuk mendapatkan sesuatu
Dari beberapa point di atas kita dapat melihat hal istimewa yang dimiliki oleh seorang anak kecil yang sangat disukai oleh Yesus, karena itu Ia mau semua orang tua membiarkan anak-anak itu untuk datang.
 
TKW Yang Dipulihkan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Freddy Rasdianta   
Kamis, 17 September 2009 00:00
Saya dilahirkan dari keluarga non kristen dan menganut kepercayaan tersebut kemudian berpacaran dengan orang kristen yang menyebabkan saya ditentang oleh keluarga sehingga saya dikucilkan, menikah sendiri sampai dikaruniai buah hati anak laki-laki yang pintar bernama Niko Reza Bagus Pratama (sekarang sudah berusia 16 thn).

Liku-liku kehidupan pun terjadi sampai akhirnya saya bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong. Awal saya bekerja tidak selesai, 2 tahun saya pun pulang ke Indonesia. Tuhan punya rencana indah suami saya selingkuh dengan perempuan yang menjadi teman saya. Luka kualami dan membuat saya berangkat kembali ke Hongkong. Penderitaan batin kubawa apalagi dapat majikan stress. Empat bulan berlalu hampir tidak betah, siksaan majikan kualami tanpa sepengetahuan agen TKW, ataupun keluarga. Saya tidak bisa lari dari situ. Enam bulan di situ waktu tengah hari disiksa hampir pingsan. Saya berlutut menangis, disitulah saya ketemu Tuhan Yesus secara pribadi datang berwujud sebagai manusia berjubah putih membawa salib yang sangat besar dan Dia berkata ambil salib ini. Saya tidak ambil karena terlihat terlalu besar. Saya tidak kuat. Dia berkata sampai 3 kali ambil salib ini, akhirnya dengan merangkak kuambil salib itu dan herannya setelah salib itu di tanganku maka berubah menjadi kecil. Dia pergi sambil berkata: “Akulah, Jalan, kebenaran dan hidup!”
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 06 Oktober 2011 11:59
 
Tuhan Pulihkanku PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Freddy Rasdianta   
Kamis, 10 September 2009 00:00
Wajah cantiknya tiba-tiba merah, tatkala ia mulai menceritakan kisah hidupnya yang pahit. Bibirnya bergetar, matanya pun mulai terlihat berkaca-kaca. Awalnya, semuanya begitu indah dan memesona. Tapi, perasaan bersalah terus membelenggu hidupnya selama delapan tahun terakhir ini. Ia bahkan tak pernah bisa melupakan bayang-bayang dosa yang pernah dilakukan terhadap putri cantiknya. “Saya trauma dengan pisau operasi. Setidaknya itu pernah saya alamai saat melahirkan anak pertama, di mana saya tidak bisa melahirkan dengan normal dan harus di cesar. Pengalaman ini membuat saya begitu takut dan tidak mau lagi bersentuhan dengan pisau operasi,” ucap Natalin Florentin, penyanyi pendatang baru yang baru merilis album pemulihan Yesus Jaminan Yang Pasti mengawali perbincangan dengan GAHARU.

Bungsu dari lima bersaudara yang lahir dari pasangan Rusmini Usop dan Wenfrid Simon Rambing ini akhirnya sukses melahirkan anak sulung berjenis kelamin laki-laki. Kebahagiaanpun memancar di wajahnya, karena sang bayi lahir dengan tubuh normal dan tak bercacat. Setelah anak pertama lahir ia meminta suami untuk menunda mengandung anak kedua. Sang suami pun setuju. Tapi, kejadian diluar dugaan terjadi. Natalin hamil lagi. Tentu ini membuatnya kebingungan.”Disinilah pangkal persoalan hidup saya. Karena panik dan takut, saya bilang sama suami agar janin yang ada di kandungan saya ini digugurkan. Suami saya setuju-setuju saja. Saya datang ke dokter dan di kasih tiga butir obat untuk menggugurkan kandungan itu. Dari tiga butir itu, saya disarankan agar minum satu butir saja, yang dua butir lainnya dismpan. Menurut dokter satu butir saja itu sudah bisa merontokan janin. Tapi, setelah saya minum obat itu tak bereaksi sama sekali. Saya telepon lagi dokter dan ia mengatakan, kok kuat sekali kandunganmu. Saya coba mencari dua butir sisa, ternyata sudah tidak ada, mungkin jatuh di bus. Sudah, sampai disitu tidak ada berita lagi. Perasaan saya mulai limbung, karena tak berhasil menggugurkan kandungan,” paparnya.
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 06 Oktober 2011 11:58
 
Aku Mengampuni Ayahku... PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Freddy Rasdianta   
Kamis, 02 Juni 2011 21:31
SPK Pemenang...

Apaan Tuh???... Begitu awalnya tanda tanya besar melintas di pikiranku. Gembala sidang dan kakak rohani menyarankan saya mengikuti Camp tersebut. Acara yang dikemas demikian apik dan cuma-cuma ini ternyata berdampak besar (‘tak terukur) buat hidupku.

Pelajaran pertama yang berkesan bagi saya adalah topik ‘mengenal hati Bapa‘ dengan sebuah pertanyaan: “Apakah kunci untuk mengenal hati Bapa Surgawi sehingga bisa membangun hubungan yang intim dengan Dia?” Tak disangka jawaban pertanyaan ini, yang tak dapat diganggu gugat dan tak ada diskon lagi membuat mataku menjadi berkaca-kaca. “Kuncinya ternyata adalah ketika kita dapat mengampuni perbuatan dari bapa jasmani yang telah melukai hati kita".
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 06 Oktober 2011 11:57
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 Selanjutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 8

Login Form