Artikel kali ini mengangkat judul yang sangat penting untuk diketahui semua orang khususnya bagi orang-orang kristen yang mengaku dirinya sebagai Pengikut Kristus. Pada topik di atas ada 2 kata yakni kata “SPRITUALITAS“ dan kata “KEADILAN”. Apakah makna dari masing masing kata-kata itu?
Kebanyakan orang Kristen sangat akrab dan sering mendengar kedua kata ini baik melalui bacaan buku-buku rohani maupun melalui khobah yang disampaikan oleh para pengkhobah di gereja mereka. Namun sayangnya tidak banyak yang memahami arti dari kedua kata tersebut. Dalam terjemahan bahasa Indonesia kata spritualitas diterjemahkan sebagai “ KEROHANIAN”. Berbicara masalah kerohanian orang tidak lepas dari konteks agama, apapun agamanya, karena bahasan utamanya adalah KEROHANIAN. Orang-orang yang terlibat dalam kegiatan keagamaan adalah orang-orang yang terlibat sebagai pelaku spritualitas. Sebagai wadah untuk menjalankan kegiatan/ritual keagamaan maka manusia mendirikan lembaga keagamaan. Dan mulailah terbentuk hirarki, ada pemimpin agama dan ada jemaat/pengikut dari lembaga keagamaan itu. Hirarki keagamaan ini mulai terbentuk setelah Musa diangkat sebagai pemimpin umat Israel dan sampai zaman penggenapan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang menutup hirarki keagamaan itu. Namun pada realitasnya hirarki keagamaan sama sekali belum dilepas dari zaman Tuhan Yesus bahkan sampai pada zaman sekarang ini. Tradisi ritual keagamaan yang lama tetap dilestarikan sampai saat ini. Padahal kedatangan Tuhan Yesus menutup tradisi keagamaan yang lama pada suatu cara hidup baru yang diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri. Orang-orang yang memimpin kegiatan spiritual disebut sebagai pemimpin spiritual atau sederhanya disebut sebagai pemimpin agama atau disebut juga Imam dan Imam besar berdasar hirarkinya. Sebutan pemimpin agama pada agama Kristen yang biasa kita kenal adalah sebutan pastor, pendeta, romo, dsb. Yang masing-masing dinaungi oleh sinagoge pada istilah di zaman dulu dan di zaman sekarang adalah dengan sebutan sinode. Dan dari para imam-iman ini dipilih secara bergilir siapa yang menjadi pemimpin sinagoge/sinode dengan sebutan IMAM BESAR. Tradisi hirarki keagamaan dengan berbagai sebutannya dan cara ritualnya tetap masih berlangsung sampai saat ini. Mengapa tradisi ritual ini masih berlangsung? Baiklah untuk menjelaskannya marilah kita bahas satu persatu dari 2 kata di atas yakni kata “SPRITUALITAS” dan kata “KEADILAN“.
Kata “SPIRITUAL” dalam terjemahan bahasa Indonesia adalah “ROH”. Dalam Yohanes 4:24 dikatakan bahwa Allah itu ROH. Pada waktu penciptaan manusia pertama Adam dan Hawa, mereka diciptakan oleh ROH ALLAH. Mereka disebut sebagai manusia Allah, mereka segambar dengan Allah. Namun setelah mereka berdosa maka gambar/rupa Allah yg kelihatan itu menjadi rusak. Patut diingat bahwa Adam dan Hawa terlahir ditaman eden bukan hasil hubungan biologis antara laki-laki dan perempuan. Tapi Adam diciptakan melalui hembusan nafas Roh Allah sendiri. Dan Hawa diambil dari tulang rusuk Adam yang juga diberi nafas kehidupan dari Roh Allah sendiri. Namun setelah mereka berdosa mereka dibuang ke bumi menjadi manusia duniawi bukan menjadi manusia Allah lagi. Hubungan Allah yang semula begitu dekat menjadi jauh. Dan tanpa Roh Allah manusia sebetulnya sudah mati. Namun Allah yang penuh kasih menjanjikan keselamatan kepada manusia yang digenapi melalui manusia Allah yang baru, sebagai Adam kedua. Siapakah Adam kedua? Kitab Ibrani menjelaskan Yesus Kristus adalah manusia Allah yang baru menggantikan manusia Allah yang pertama yakni Adam pertama. Namun selama masa penantian penggenapan janji yang digenapi selama beribu ribu tahun kemudian, manusia berusaha berdamai dengan Allah. Mereka berusaha berjumpa dengan Allah yang tidak kelihatan itu. Mereka membuat patung-patun yang menyerupai dirinya atau menyerupai hewan ataupun bentuk ciptaan Tuhan lainnya. Dalam kurun waktu beribu-ribu tahun lamanya manusia tidak bisa berjumpa dengan Allah. Mereka beribadah berdasar 10 hukum taurat yang diturunkan kepada nabi Musa, yang memuat perintah/aturan-aturan agama. Namun manusia tidak bisa berjumpa dengan Allah yang adalah Roh. Nabi Musa sendiri dan penerus-penerusnya tidak bisa berjumpa dengan Allah dalam wujud yang bisa dilihat, dan biasanya mereka berkomunikasi dengan Allah lewat malaikat pesuruh Allah. Bahkan waktu Allah berbicara langsung dengan Musa, wujud yang ditampakkan berbentuk api. Sebab itu sebelum kedatangan Tuhan Yesus umat manusia, tidak bisa berhubungan langsung dengan Allah, namun diwakili oleh para pemimpin spiritual (Rohani), dalam hal ini diwakili oleh para imam dan imam besar. Merekapun tidak bisa melihat Allah yang adalah Roh. Mereka hanya melakukannya secara simbolik atau ritual, sebelum masa penggenapan itu tiba. Tata cara agama/ritual keagamaan tidak bisa mempertemukan manusia secara langsung dengan Allah. Selama kurun waktu sebelum kedatangan Mesias yang dijanjikan Allah, umat manusia beribadah dan mencari Allah dalam tataran spiritual, mereka tidak bisa melihat Allah, hanya berdasar ajaran agama yang mengajarkan Allah yang spiritual, Allah yang tidak bisa dilihat oleh mata. Oleh sebab itu para pemimpin agama/ahli taurat di zaman Tuhan Yesuspun sangat ahli dalam mengajarkan Allah yang spiritual (Allah yang tidak kelihatan sesuai 10 hukum taurat yang menempatkan Allah yang spiritual, Allah yang abstrak yang tidak bisa dilihat itu sebagai Allah yang patut disembah/diutamakan/dikasihi. Karena tidak bisa dilihat dan abstrak mereka berusaha mentafsirkannya berdasar keahlian logika mereka. Bahkan hal ini tetap berlangsung sampai saat ini. Dan sejarah mencatat dengan jalan agama/jalan spiritual manusia tidak bisa berdamai dengan Allah, manusia tetap berdosa. Manusia bertambah jahat, karena jalan agama/jalan spiritual tidak membawa orang berdamai dengan Allah. Sebab itu Allah menjanjikan seorang mesias/Juruselamat di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dan mesias ini harus datang dari Allah bukan dari dunia. Karena Ia adalah pengganti manusia Allah pertama (Adam pertama) yang berdosa. Sebab itu Yesus sama halnya Adam, Ia dilahirkan bukan oleh hubungan biologis antar manusia (laki-laki dan perempuan), tapi Yesus dilahirkan oleh Roh Allah sendiri. Ia adalah benih Allah yang baru menggantikan benih Allah yang lama (Adam pertama). Saudara ini garis besar penjelasan dari kata “ SPRITUALITAS “. Sekarang kita akan memahami kata berikutnya yaitu “KEADILAN”. Kata Keadilan sangatlah penting! Karena ini merupakan kunci KESELAMATAN manusia yg sudah dirancang Allah sebelum kedatangan Sang Mesias, yang merupakan Raja Kebenaran/Keadilan! Sebab itu Tuhan Yesus dating ke dunia ini bukan membawa misi agama atau sebagai pemimpin agama. Tuhan Yesus datang bukan datang dengan jalan agama. Tapi secara jelas dan rinci Alkitab mengatakan Tuhan Yesus datang sebagai JALAN KEBENARAN! Kata KEBENARAN dan kata KEADILAN merupakan kata kembar bagaikan 2 sisi mata uang dalam lembar yang sama. Sebab bukan kebenaran namanya kalau tidak ada keadilan, demikian pula bukan keadilan namanya bila tidak ada kebenaran. Sebab itu orang-orang pilihan/orang-orang yang dibenarkan/orang-orang yang diselamatkan adalah pewaris sorga. Berkali-kali disebutkan dalam kitab Wahyu sebagai orang benar dan orang adil dan tidak disebut dengan orang-orang beragama/orang-orang baik! Dan ini sinkron dengan pernyataan Yesus di Matius 25:31–46. Banyak orang salah kaprah dalam memahami arti keadilan Allah. Dan mereka menggunakan ukuran/mindset dunia yang justru berlawanan dengan mindset Allah! Keadilan berdasar pemahaman dunia/logika manusia adalah keadilan take and give atau pamrih. Manusia beranggapan bahwa manusia itu berhak pintar kalau belajar, manusia berhak kaya kalau kerja keras dan berprestasi, manusia berhak jadi pemimpin kalau ia menang dsb! Itulah yg dinamakan sebagai keadilan dunia atau keadilan yang bersifat normatif! Sedangkan keadilan Allah bersifat substantive berlawanan dengan keadilan dunia/logika manusia yang normatif! Keadilan Allah dimulai dengan suatu pernyataan bahwa semua manusia sudah berdosa (Roma 3:23). Dan telah kehilangan hak apapun! Semua manusia dihadapan Allah sama telah berdosa. Dan upaya apapun tidak bisa mengembalikan haknya yang telah hilang. Kejujuran mengakui keadaan ini merupakan orang-orang yang akan memperoleh kembali keadilan Allah yang substantif, justru bukan sebaliknya mengatakan bahwa saudara berhak atas pintar, atas kaya, atas kekuasaan/jabatan dsb. Tapi menyadari anda lebih hina dari seorang pengemis laksana anak yang terhilang dan pengemis Lazarus. Oleh sebab itu hak mewarisi sorga dipulihkan setelah saudara menyadari keadaan yang sesungguhnya dari orang-orang yang telah berdosa. Tuhan Yesus datang berbeda dengan para pemimpin agama yang datang dengan misi spiritual. Pemimpin agama dan komunitas fanatiknya belajar hal-hal spritual/abstrak mereka adalah pelaku spiritual. Mereka benar dalam tataran teori, tetapi kurang benar dalam tataran aplikasinya Sebab itu Tuhan Yesus mengecam para pemimpin agama dan memberitahu murid-muridNya bahwa bila hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari mereka, kalianpun sama dengan mereka tidak masuk sorga! Dengan penegasan ini Tuhan Yesus sekaligus memberitahu pengikutNya, bahwa ada komunitas kambing dan ada komunitas domba. Mengapa Yesus menggunakan ilustrasi domba bukan yang lainnya. Karena sesuai dengan nubuatan para nabi di zaman PL bahwa Allah akan mengirim domba yang waktu itu sebagai symbol penebusan dosa, Yesus adalah penggenapan dari domba Allah! Karena keselamatan bukan untuk hewan, tapi korbannya juga bukan hewan, tapi keselamatan adalah untuk manusia dan korbannya juga adalah manusia! Pertanyaannya yang timbul mungkin saudara bertanya: “Mengapa bukan Ishak yang jadi korban manusia waktu itu, mengapa harus tunggu ribuan tahun kemudian?” Jawabnya ialah: Ishak bukanlah benih Allah, ia dilahirkan dari benih manusia, hubungan biologis antar manusia, dan jelas lahir dari benih dosa Adam pertama. Sebab itu benih baru harus ditanam kembali menggantikan benih Allah yang pertama, yakni benih Allah yang kedua yang steril dari dosa yaitu dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus adalah gambar /wujud Allah kelihatan, Ia adalah manusia Allah yang sulung dan yang sempurna. Dan yang menduplikasikan dirinya menjadi banyak kepada para pengikutNya. Allah yang abstrak (Roh) kini menjadi Allah yang kelihatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebab itu Tuhan Yesus meringkaskan isi Alkitab dengan satu ayat, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia = dengan dirimu sendiri. Pemimpin agama/ahli taurat datang menguji Yesus dengan mengatakan bahwa: hukum utama adalah: Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati…, dst. Dan Ia tidak memahami arti dari kasihilah sesamamu… dst? Mengapa??? Karena dalam pikirannya bahwa mengasihi sesamamu adalah mengasihi sesame orang! Dan sebagai rujukannya Ia beramsumsi bahwa sesame manusia adalah sesame pelaku spiritual! Sebab itu dalam contoh perumpamaannya Tuhan Yesus mematahkan apa yg selama ini menjadi anggapan ahli taurat/pemimpin agama. Dengan mengatakan bahwa SESAMA MANUSIA bukan ada pada Sesama pemimpin agama (IMAM/LEWI). Melainkan ada pada 2 kategori orang yang dianggap kafir/sesat dan satu lagi orang yang terkapar tidak berdaya. Keadilan menurut Allah adalah keadilan yang telah dicontohkan Yesus sendiri secara aplikatif. Yesus yang maha mulia, Ia mau merendahkan diriNya (mendowngrade dirinya) menjadi sama dengan orang-orang miskin yang tidak berdaya, sebagai refleksi dari kejujuran orang-orang berdosa sebagai orang-orang terhukum yang telah kehilangan hak apapun! ( Filipi 2:6–7). Jadi jelas dari 2 misi yang berbeda, tentunya kita akan melakukan kegiatan yang berbeda pula. Yesus bukanlah pemimpin spiritual, tetapi Ia adalah wujud dari KEADILAN/KEBENARAN ALLAH. Sebab itu sebagai pengikutnya kita adalah kunci duplikat Yesus Yesus adalah pelaku keadilan dan bukan pelaku spiritual! Sebagai pengikutNya kitapun diminta menjadi satu dengan misi Kristus, satu pikiran dan satu tindakan yang sama. Orang-orang kristen dewasa ini terjebak pada kegiatan rutin ritual yang dilakukan secara berulang ulang, tanpa mengetahui bahwa mereka bukan berada pada komunitas Kristus tapi mereka terlena dan terbuai pada kenyamanan ritual dari para pelaku ritual zaman ini. Saudara berada pada track yang salah! Supaya saudara tidak salah track marilah saudara ambil waktu untuk memahami kembali kebenaran Firman Tuhan. Anda bisa mencontoh dari apa yg telah diteladankan oleh Yesus dan juga gereja mula-mula. Yang melakukan kegiatan sebagai pelaku KEADILAN, bukan PELAKU RITUAL. Ajaran Yesus yang sesungguhnya adalah masalah persamaan hak! Ia banyak mengajarkan bila anda punya baju dua berilah saudaramu yang kekurangan masing-masing satu. Menandakan persamaan, dan hiduplah berpadanan dari apa yang ada, bukan dari kelebihan. Sebab itu Tuhan Yesus tetap konsisten dengan ajaranNya, meski diprotes, dibilang sesat, dibilang gila dsb. Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang miskin, karena merekalah pewearis Sorga, sebaliknya celakalah orang kaya… dst”. Dan dipertegas dengan kata-kata: “Alangkah sukarnya orang kaya masuk Sorga!” Mengapa? Karena cirri orang kaya adalah maunya lebih dari orang lain. Sehingga keadilan yang sesuai dengan mindset Allah sangatlah sukar bagi mereka untuk mempraktekkannya! Manusia tidak mau sama, tapi berlomba-lomba lebih dari yang lainnya. Sebab itu perlu pengosongan diri yang telah diaolikasikan secara nyata oleh Tuhan Yesus! Kiranya artikel ini boleh menyadarkan kita untuk berpindah dari pelaku spiritual menjadi PELAKU KEADILAN, Selamat berjuang, Amin!
|